RSS

Steven Gerrard : My Liverpool Story

kali ini gw lagi pengen mengulas sedikit tentang koleksi buku terbaru gw, dari salah satu orang yang gw idolakan dan agak memberikan gw inspirasi selama ini. dia adalah seorang pemimpin dan seorang kapten, seorang rival, seorang ayah dari 3 orang putri dan seorang suami, seorang teman, seorang pahlawan, dan dia seorang manusia luar biasa yang menjalani mimpinya dengan menjadi pemain di klub kebanggaannya sejak kecil. bermain dengan sepenuh hati meraih berbagai gelar yang telah diimpikan sejak masih anak2. siapa lagi kalo bukan kapten klub Liverpool Football Club, Steven George Gerrard.

jadiia awal ceritanya, gw melihat twitter dari akun twitter LFC yang bilang bahwa saat itu lagi promosi free shipping segala barang yang ada di Liverpool Store ke seluruh dunia. melihat itu gw langsung excited, langsung buka liverpool store. sebenernya gw udah tau barang apa yang pertama kali harus gw cek harganya, yaitu buku kedua Steven Gerrard ini. bukunya yang pertama yang ini nih :

Cover Buku Pertama

The Epic Final

udah ngincer cuma belum nemu saat yang pas aja buat mesennya. nah kali ini menurut gw adalah waktu yang tepat, karena setelah gw cek, tarif untuk shipping ke Indonesia adalah 15 Poundsterling. maaaaan, lumayan kan ngirit segitu. hahahaaa..

setelah gw cek ternyata harga buku ini adalah 20 Pounds, hmm lumayan mahal juga. setelah itu gw cek ke beberapa situs kaya amazon atau ebay ngeliat harga buku yang sama berapa. ternyata saat itu harga bukunya yaa ga jauh2 beda, tapi kan mereka gak free shipping, yaudah deh gw lanjut ke Liverpool Store lagi.

abis naro buku itu dalam cart, gw window shopping lagi. ngeliat barang2 kaya jaket itu bikin ngiler abis, belum lagi gw pengen ada dasi bagus buat nanti gw pake ngantor, terus jam tangannya. tapi sayaangnyaaa itu semua terlalu mahal buat gw. tapi karena lagi terlanjur free shipping ya gw pikir ga ada salahnya lah gw beli merchandise lain yang ga terlalu mahal. akhirnya pilihan gw jatuh kepadaaa.. sebuah Pennant Flag This is Anfield!

kaya gini nihh..

Gambarbenda itu kalo ga salah gw beli harganya 5 Pounds deh.
lumayan bagus buat menghias dinding kamar gw. hahahaa..

karena waktu itu batas mesennya udah tinggal beberapa jam lagi, maka gw langsung nyari ke kaskus yang jual layanan paypal. setelah nemu yg cocok, langsung hubungin dia dan minta dia beresin transaksinya sebelum sore. untung sellernya baik dan bisa dipercaya. beres deh urusan transaksi di LFC storenya. gak rumit ternyata.

dan seminggu kemudiaan, datanglah paket yang gw tunggu2 ini. mas2 DHL nganterin ke rumah gw pas lagi hujan2. hohohoo..

setelah gw buka ternyata bukunya lebih keren daripada yg gw harapkan, hard cover pula.

intinya buku ini berkisah tentang perjalanan sang kapten dari mulai bagaimana dia pertama kali diminati Liverpool ( dan beberapa klub Inggris lainnya ) dalam bentuk foto – foto beserta captionnya. jadi ini semacam kronologis bagaimana petualangan Steven Gerrard dimulai hingga saat ini taun 2012.

kalo udah baca buku pertamanya, tahun – tahun pertama bakal kerasa sama dengan isi dibuku terdahulu. isinya sama siih, cuma gaya penulisannya berbeda. trus di buku ini kebanyakan isinya foto, foto dan foto. ada juga beberapa curhatan sang kapten tentang bagaimana jadi kapten, juga dengan mantan pahlawan Anfield, Fernando Torres. semuanya diceritain disini loh.

masih banyak lagi gw rasa kejutan2 menarik yang ada di sisa2 halaman buku ini. karena gw sendiri belum tuntas bacanya.😀

nih kalo mau liat beberapa halaman isi bukunya Steven Gerrard.

Gambar

Cover Depannya. Steven Gerrard duduk di Kop Stand kayanya.

Cerita tentang final Istanbul 2005

Lifting The Champions Trophy!

Cannon Ball

El NINO!

Captain Fantastic!

kalo mau liat lebih banyak beli sendiri aja yaa.. hahahahaa..

oiya sebenernya gw belum ngecek di toko buku impor di jakarta sih, mungkin juga ada kali ni buku. mungkin juga ga ada. hahahaa.. menurut gw sebagai fans Liverpool lo mesti baca bukunya Steven Gerrard, kalo bisa mulai dari yang pertama. Si kapten menurut gw adalah penulis yang jago (sayang gak mau punya Twitter), isi tulisannya seru, lucu. dia juga ngejelasin gimana hubungan antara pemain bola di liga Inggris, kaya hubungan baik dia ama Rooney, Owen, dll. pokoknya banyak hal baru yang bakal dipelajarin disini.

Semoga Liverpool segera berjaya lagi. amiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiinnnnn

~You’ll Never Walk Alone~

 

nb : ditulis sambil dengerin lagu Dear Godnya Avenged Sevenfold yang diplay berulang2 sambil makan otak-otak.

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada November 20, 2012 in Uncategorized

 

After The Love Has (not) Gone

gak ada waktu yang lebih pas daripada malam ini buat mengambil gitar dan memainkan lagu ini dengan penuh apresiasi..

After The Love Has Gone – Earth, Wind And Fire

For a while to love was all we could do
We were young and we knew
And our eyes were alive
Deep inside we knew our love was true
For a while we paid no mind to the past
We knew love would last
Evry night somethin right
Would invite us to begin the dance

Somethin happened along the way
What used to be happy was sad
Somethin happened along the way
And yesterday was all we had
And oh after the love has gone
How could you lead me on
And not let me stay around
Oh oh oh after the love has gone
What used to be right is wrong
Can love that’s lost be found

For a while to love each other with all
We would ever need
Love was strong for so long
Never knew that what was
Wrong oh baby wasn’t right
We tried to find what we had
Till sadness was all we shared
We were scared this affair would lead our love into
Somethin happened along the way
Yesterday was all we had
Somethin happened along the way
What used to be happy is sad

Somethin happened along the way
Oh yesterday was all we had
And oh after the love has gone
How could you lead me on
And not let me stay around
Oh oh oh after the love has gone
What used to be right is wrong
Can love that’s lost be found

Oh oh oh oh oh oh after the love has gone
What used to be right is wrong
Can love that’s lost be found
Oh woh woh after the love has gone
What used to be right is wrong
Can love that’s lost be found

Oh woh woh after the love has gone
What used to be right is wrong
Can love that’s lost be found
Oh woh woh
Oh woh woh after the love has gone
What used to be right is wrong
Can love that’s lost be found

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Desember 13, 2011 in Uncategorized

 

Kings of Convenience and My Brain

gw sedang menonton mengenai gelombang otak, lobus – lobus di otak dll. sepertinya memang ada suatu gelombang suara tertentu yang bisa membuat otak jadi lebih tenang. kalo di gw contoh super kongkritnya adalah lagu2nya Kings of Convenience! sesuai namanya aja kita juga udah bakal tau lagu2nya kaya apa, dan ternyata emang terbukti manjur untuk bikin gw ngerasa nyaman.

Sepertinya lagu2 Kings of Convenience berpengaruh terhadap gelombang otak gw deh. Mungkin harmonisasi nada yang diciptain Eirik ama Erlend ini sesuai sama gelombang otak gw dan bisa menurunkan aktivitas syaraf otak gw. Jadinya gw bisa berpikir lebih jelas dari sebelumnya. Lagu – lagu KoC mungkin bisa disamain sama lagu2 klasik yang, konon katanya, bikin orang jadi lebih cerdas. tapi dalam kasus gw, lagu KoC yang bisa buat gw kaya gitu. Mereka menyelamatkan gw berkali – kali dari emosi yang mau meledak – ledak.. hahahaa..

they are my cheapest therapist.😀

nb : diketik sambil dengerin suara kipas angin yang udah hampir rusak dan segelas susu ultra

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Desember 5, 2011 in Uncategorized

 

Fringe dan Alam Semesta Paralel : Bukan Sebuah Kajian

Kali ini gw ingin menulis sedikit hal yang gw ketahui tentang film, sedikit sok2an mereview lah. demi kepiting, ini bukan kajian atau diskusi tentang pergerakan elektron, dekomposisi molekul, lobus temporal, alam paralel, benzodiazepine, ataupun makhluk serigala. ini cuma tulisan iseng tentang film seru yg gw tonton akhir2 ini.. hahahaa..

Jadi alkisah ada sebuah serial bertema sains fiksi yang lagi gw ikutin akhir – akhir ini, judulnya adalah Fringe. Walaupun sebenernya gw telat banget sih ngikutin film ini, sekarag udah nyampe season 4 tapi gw sampe sekarang baru beres nonton sampe season 2. Ini lagi ngedownload season 3 nya. Tapi bagi gw gak ada terlambat untuk menonton sebuah film bagus. Contohnya film tertua yang gw tonton adalah 12 angry men (1957). Walaupun gambarnya hitam putih dan hanya mempunyai setting di satu ruangan, tapi film ini sangat membuat gw terkagum2 karena alur diskusinya. Bagaimana seseorang bisa mempengaruhi orang lain dengan pendekatan argumentatif yang sangat logis dan bagaimana dia bisa bersikap menentang arus dengan melihat hal – hal kecil dengan jeli. Buat siapapun yang membaca tulisan ini, lo harus tonton tuh film.

okeh balik lagi ke Fringe, Jadinya Fringe ini adalah sebuah divisi khusus dibawah departemen pertahanannya U.S yang menangani kejadian – kejadian yang tidak biasa, seperti telekinesis, control pikiran, hipnotis, pirokinesis, telekinesis, neuro sains, dan juga parallel universe. Yang terakhir gw sebutkan itu membuat gw berandai – andai cukup jauh, tentang bagaimana kemungkinan adanya parallel universe. Parallel universe kalo dibahasa indonesiain jadinya alam semesta parallel kali ya..

Jadi alam semesta parallel itu begini (menurut yang gw tangkep sendiri dari nonton film Fringe), ceritanya ada sebuah alam lain dimana kita dan bumi ini mempunyai versi alternatifnya. Di alam parallel itu ada elo dengan versi yang berbeda. Walaupun elo (umumnya) mempunyai muka yang sama, Tapi elo disini dan di alam parallel itu mempunyai cerita yang berbeda. Bisa aja elo disana sudah meninggal atau ternyata cacat karena penyakit tertentu, bisa aja elo disana ternyata jadi presiden atau apalah. Probabilitasnya sepertinya terlalu rumit untuk dikalkulasikan. Mungkin dosen fisika teoritik gw bisa, Cuma gw gak bakal bisa kayanya. Kenapa bisa ada alam parallel? Karena di hidup kita, setiap waktunya, di setiap detik, di setiap menit, di setiap jam atau kapanpun itu kita akan selalu terus membuat pilihan mengenai apa yang bakalan kita lakukan selanjutnya.

Contoh gampangnya nih ya, gw Cuma ngambil 2 probabilitas dari sekian banyaknya probabilitas. Misalnya ini hari senin dan gw ada kuliah fistum jam 7 dan gw males buat berangkat ke kampus walaupun si professor ngasih kuis hari ini. Disini gw mempunyai (at least) 2 pilihan, ke kampus buat ikut kuliah dan kuis, atau narik selimut gw yang dingin dan tidur lagi sampe siang. Pilihan gw disini akan menentukan bagaimana kehidupan gw selanjutnya, ga usah lama2 deh nunggu tahunan, mungkin dalam menit2 atau jam2 berikutnya segalanya akan berbeda. Dan dari tiap pilihan itu akan muncul lagi pilihan lain dan seterusnyaa sampai gak bisa dihitung.

kalo dalam film ini, alam parallel ini Cuma ada satu, walaupun menurut gw seharusnya kalo begitu bakalan ada sampai dengan n-hingga alam parallel lain. Cuma kalo begitu caranya pasti susah bikin filmnya dan penontonnya juga bakal bingung sendiri. Hahahaa..

film ini menarik kok buat diikutin. Coba aja dulu tonton episode pilotnya, lumayan seru kok. Apalagi buat para kalian yang bergumul dalam dunia sains tiap harinya. Akan banyak hal – hal yang gak jauh beda sama kuliah di fisika, ya itu Listrik Magnet, Fisika Kuantum, mekanika juga ada, banyak lah. Trus ilmu kedokteran juga sangat banyak ditonjolkan disini, urusan bongkar pasang mayat jadi scene yang sering ditemuin disini. Pelajaran tentang syaraf, otak manusia ataupun tulang belakang bakal banyak lo dapetin. Bakal banyak juga fenomena yang awalnya gak lo pikirin Cuma setelah ngeliat film itu lo bakal berpikir, oiya ya! Itu mungkin aja terjadi ya! Kaya misalnya bagaimana suatu logam besi yang digetarkan dengan frekuensi yang sangat tinggi sehingga molekul – molekulnya merenggang, yang pada akhirnya memungkinkan untuk bisa ditembus, lumayan kan kalo bisa, kita bisa ngebobol lemari besi di bank2 tanpa pusing2 mikirin kode lemari besinya..😀

Yaa, kalo lagi nyari film serial yang berbobot coba aja tonton ini film.

Nb: ditulis sambil dengerin albumnya Blues Brothers dan eskrim Baskin Robbins.

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada November 30, 2011 in Uncategorized

 

Tribute To MEW!

15 oktober 2011

Matahari udah mulai menghangatkan kamar kosan gw yang dingin, males rasanya buat ngelepas selimut dari atas tubuh yang masih terbaring malas ini. Jam dinding berlatar belakang mesjid di kamar gw sudah menunjukkan pukul 09.00, gw liat tv masih nyala, ternyata tadi malem gw lupa matiin tv.

Sekitar jam 9.15 gw bergerak malas dari atas kasur, dengan mata yang masih sayup dan rambut yang masih berantakan gw buka kunci kamar dan seperti biasa, sedikit tanning dari sinar matahari yang meyusup diantara celah2 tembok di depan kamar gw. Setelah sadar gw mulai mandi dan bersiap – siap untuk pergi.

Hari ini gw menjadi panitia di sebuah acara anak – anak frengers Bandung yang bernama Tribute To MEW : Half The World Is Watching Us. Buat sekedar informasi, acara ini digagas oleh anak2 Frengers regional Bandung yang udah kita siapin dari semenjak 2 bulan yang lalu. Isi acara ini seperti acara2 tribute yang udah semakin sering diadain ama fanbase dari band itu sendiri. Isinya band2 yang mengcover lagu2 band idolanya yang jadi tema tribute itu sendiri. Walau kebanyakan bawain lagu band idola yang di-cover, tapi setiap band punya cara yang unik untuk mengekspresikan persepsi mereka terhadap lagu2 itu, tentunya dibarengi dengan kreativitas dan orisinalitas.

Hari itu gw sebenernya janji mau dating jam 9 ke venue acara, di Roger’s Café jl. Djuanda, Bandung. Tapi apa daya, akhir2 ini bangun pagi menjadi kebiasaan baru yang sulit dilenyapkan. Nyampe Venue sekitar jam 10an, itu baru pertama kali gw melihat venuenya. Ruangannya cukup luas, ada banyak sofa2 yang comfort di bagian tengah ruangan, trus ada panggung di salah satu sisi ruangan, meja2 bar di sisi lainnya, dan beranda di sisi lain yang langsung menghadap ke jl. Djuanda.

Impresi yang gw dapetin pas baru pertama kali memandangin venuenya adalah: Intim! Gw rasa ini akan jadi salah satu gigs yang intim, dimana anak2 indofrengers dan band2 pengisi acara bisa secara akrab menikmati suguhan music berkelas sekaligus bersosialisasi (kenalan / ngeceng) diantara kerumunan orang.

Setiba gw disana, berbagai tugas sudah menyambut. Setelah selesai menyapa dan menyalami anak2 panitia lain yang udah dateng, gw langsung nimbrung di obrolan mereka saat itu. Saat itu hal – hal yang harus segera dikerjakan adalah mengatur layout ruangan, nyiapin stand  jualan, dan masang backdrop video.

Sekitar jam 12, matahari lagi semangat semangatnya merambatkan energy panasnya ke kota Bandung. Satu hal yang gw khawatirin kalo siangnya panas terik gini adalah, malemnya hujan! Bisa Cuma sedikit nih yang dateng kalo hujan malemnya. Tidak lama kemudian, terlihat sebuah taksi berwarna biru tua memasuki pelataran parkiran Roger’s café. Sepeti yang gw duga, mereka adalah anak2 Band Quasi yang udah jauh2 dateng dari Yogya buat meriahin acara Tribute ini.

Gw mau flashback dulu mengenai Quasi nih, sehari sebelum acara ini gw sempet nemenin Quasi interview di salah satu radio lokal Bandung. Gw bertindak sebagai solo fotografer acara tribute yang bertugas mengabadikan setiap momen2 dari semua rangkaian acara ini. Studio radio ini cukup nyaman, dengan warna dinding ruangan yang kalem, dipadukan dengan sebuah meja kaca lonjong yang dilengkapi dengan microphone berbentuk unik, bangku yang empuk, AC yang dingin dan tentu saja dekorasi ruangan yang berisi banyak foto2 band terkenal, kaya The Beatles, Rolling Stones dan Deep Purple. Gw berkenalan dengan anak2 Quasi, mereka ramah2 dan baik2. Sesekali gw nanya2 tentang sejarah awal Quasi. Yaah sok asik dikit lah, untungnya mereka santai dan juga baik. Sesekali kita ketawa karena suatu hal. Lalu segmen di radio dilanjut dengan live performance dari Quasi, suara vokalisnya angelic banget deh, susah dideskripsiin, agak2 sengau gitu juga. Keren! Mirip Jonas Bjerre! Okay segitu dulu brief flashbacknya. Lanjut ke hari-H.

Saat itu pula tidak lama setelah anak2 Quasi merapat, sebuah bis terlihat merapat ke pelataran parkir Roger’s Café. Seperti yang ditunggu2, bis itu adalah bis pembawa rombongan anak Frengers Regional Jakarta yang beramai – ramai nyewa bis untuk dateng ke acara ini. Keren banget kan mereka! Ketika gw melihat bis mulai merapat gw langsung inisiatif masuk ke dalam lift dan turun ke bawah untuk menyambut mereka. Ketika gw sampe di bawah gw langsung menyambut dan menyalami mereka satu persatu, kebanyakan dari mereka sudah gw kenal dan sisanya terasa familiar walaupun mungkin belum pernah ngobrol banyak. Trus gw anter mereka ke venuenya di Roger’s Café lantai 3.

Sekitar jam 2 siang, jumlah pekerjaan sudah mulai tereduksi. Tinggal menunggu band2 yang pada pengen check sound. Gw berjalan ke beranda depan dan melihat sang batara surya sudah mulai bersembunyi di balik awan. Suhu kota bandung sudah mulai menurun seiring dengan awan – awan yang menutup sang surya. Pohon – pohon mulai bergerak menghembuskan angin yang membuat udara saat itu menjadi adem. Sebentar saja di luar sepertinya gw bakalan ngantuk, dan ternyata bener aja ada anak panitia yang tidur di kursi.

Sekitar jam 2an gw izin cabut buat makan. Gw sudah langsung terpikir dimana tempat gw akan makan saat itu, pasti lah : Gelap Nyawang! Selain deket dari tempat acara, gw ngerasa disana pasti bakal ketemu anak2 HIMAFI buat diajak ngobrol sambil makan. Sampai disana ketemu ebol sama ucok. Gw mesen makanan dan ngobrol sama mereka sambil makan.

Balik lagi ke venue, gw sampai sana lagi ada anak2 Vickyvette lagi pada check sound. Gak lama gw disamperin Dora, salah satu panitia dan temen gw juga, dia request foto vokalisnya Vickyvette, Rayhan. Gw mengiyakan permintaan si Dora, sekalian gw janjikan nanti gw akan fotoin dia berdua bareng si Reyhan tea.

Sembari menunggu acara dimulai, gw menyempatkan diri untuk sedikit bersantai di beranda. Di depan pintu beranda terlihat anak2 Epic Symphony of Djarugala sedang asik menyiapkan alat2 musik tradisional mereka untuk perform nanti, di meja bundar di pojok beranda ada Dika sang MC dari panitia dan Lony, penyiar muda nan cantik dari salah satu radio lokal Bandug. Di stand jualan ada beberapa panitia yang lagi asik bercengkrama, di salah satu sudut ruangan ada anak2 Frozen Castle yang lagi sibuk ngegosip.

trus gw juga ngobrol sama salah satu music director stasiun radio musik lokal yang menjadi pendukung di acara ini. obrolan gw dan dia cukup membentang tak terkendali, dari kerjaan music director, industri musik nasional, scene indie Bandung, blackberry sampe ke komunitas2 band2 metal Bandung yang konon adalah salah satu komunitas yang kompak. perbincangan ini cukup seru dan membuka horizon.

Jam yang ditunggu2 akhirnya tiba, gate venue dibuka sekitar pukul 16.30. beberapa penonton mulai memasuki venue, mereka lantas memilih sofa yang tersedia untuk duduk santai, gw ketemu beberapa temen kampus gw yang juga pencinta MEW. Gw lanjutin tugas gw sebagai solo fotografer , jepret sana sini. 2 MC apik naik ke panggung, menyambut para pecinta gigs tepat waktu yang datang ke acara ini semenjak dimulai. Sekitar pukul 17.20 band pembuka maju ke panggung. Mereka adalah Epic Symphoni of Djarugala. Mereka adalah seniman – seniman Bandung yang berkumpul buat menciptakan music dari alat2 tradisional, ada yang bawa kecapi, angklung juga suling. Mereka menyanyikan 3 buah lagu. Lantunan music MEW, yang notabenenya ribet akan barisan nada dan ritmenya ini, dibawakan dengan harmonisasi yang sangat manis dari alat2 tradisional tersebut. Serasa itu belum cukup, alunan music band ini disempurnakan dengan suara manis dari sang vokali wanita. Serasa tepat mereka dipilih sebagai band pembuka acara ini. Penonton bertepuk tangan meriah seakan terkesan dengan penampilan apik mereka.

Setelah jeda maghrib, ruangan Roger’s Café sudah mulai penuh oleh berbagai pecinta music MEW. Sofa – sofa mulai terisi penuh, lantai pun lantas dipilih sebagai tempat duduk untuk menyaksikan pertunjukan music yang masih akan menghadirkan banyak kejutan ini. Band kedua yang tampil adalah Mind Deer. Band ini digawangi oleh anak2 Frengers Regional Jakarta yang sudah saya kenal dengan baik. Walaupun band ini belum terbentuk lama, namun mereka adalah para perupa music yang sudah lama berkarya di jalur music Indie di Jakarta. Mereka membawakan lagu dari EP mereka, Come Out of Nowhere. Penampilan mereka ditutup dengan lagu Like Chaser yang dengan diluar dugaan diaransemen menjadi lagu yang panjang. Pada lagu ini penampilan mereka benar – benar mencapai klimaks. Dengan aksi lempar kacamata oleh drummer dan gitarisnya. That was epic!

Sekitar pukul 7 malam, sebuah sms masuk ke hp gw. Sms itu berasal dari seseorang special yang sengaja saya undang untuk datang ke acara ini. Walaupun gw tau dia gak begitu ngerti lagu2 MEW, Cuma kehadirannya sangat gw harapkan. Gw menyelinap sebentar diantara penonton yang hadir saat itu, menyelinap diantara panitia juga untuk menjemput dia di bawah. Setelah sedikit bercanda di pinggi jalan Djuanda yang cukup ramai gw ajak dia ke atas. Memasuki café, gw ajak dia duduk di sofa dekat temen gw, maksudnya agar dia tetep ada temen ngobrol ketika gw sedang mengerjakan tugas sebagai solo fotografer. Setelah ngobrol sebentar lalu gw mulai melanjutkan tugas penting gw.

Lalu penampilan dilanjut dengan penampilan dari Frozen Castle. Band ini juga merupakan band dari anak2 Frengers Regional Jakarta. Mereka adalah pemusik2 handal dari ibukota. Frozencast, begitu biasa disingkat, memainkan lagu yang sangat akrab di telinga pecinta MEW, yaitu Comforting Sounds. Lagu ini diiringi oleh sing along bareng dari penonton yang hadir di acara itu. Lalu penampilan mereka ditutup dengan petasan kecil yang semakin menghangatkan suasana.

Penampil selanjutnya adalah band asal Bogor yang sudah tampil di beberapa festival music mancanegara. Mereka adalah KEZIA. Mereka juga menggunakan beberapa alat music etnik seperti suling. Penampilan mereka sudah tidak usah ditanya lagi, keren! Terlihat sang vokali meminum susu Chimori rasa coklat. Minum susu cokelat di tengah manggung adalah hal yang bakalan jarang kita lihat, biasanya kan bir atau paling normal air putih lah. Sesekali juga sang vokali bercanda dan mengajak penonton sing along.

Lanjut ke band selanjutnya, mereka adalah salah satu band lokal asal Bandung bersamaan dengan Vickyvette dan Epic Symphony. Band ini juga cukup menyita perhatian penonton. Suara vokalisnya juga sesuai dengan lagu2nya MEW. Band ini lantas mengajak salah satu temannya untuk menyanyikan bareng lagu2 MEW.

Malam minggu ini sudah semakin larut, udara Bandung di luar yang cukup dingin tetap terasa gerah di dalam Roger’s Café ini. Wajar saja, penonton di dalam venue sudah mulai ramai. Crowd sudah mulai memanas, tidak sabar menunggu band apalagi yang akan muncul dan memainkan lagu2 MEW yang cukup rumit di telinga ini.

Vickyvette mulai memasuki panggung, disambut dengan gemuruh keramaian dari crowd. Vickyvette adalah salah satu band Bandung yang ternyata mempunyai cukup banyak penggemar. Mereka memainkan beberapa lagu ciptaan mereka sendiri dan beberapa lagu2 MEW. Sang vokalis tampaknya sudah sangat menyukai MEW sejak lama, terlihat dari penampilannya saat membawakan lagu2 MEW yang menjiwai. Penampilan mereka ditutup dengan aksi luar biasa dari tiap2 personilnya. Mereka tampil menggila di acara ini. Kamipun bangga.

Band terakhir dan yang ditunggu2 akhirnya mulai naik ke atas panggung. Quasi adalah band yang sangat dipengaruhi oleh MEW. Sehingga kadang mereka disebut MEWnya Indonesia. Seperti band lainnya, mereka juga memainkan lagu dari EP mereka, ada dua lagu yang dimainkan, yaitu For Mom and Dad dan Pelangi Selepas Hujan. Sejujurnya, ketika gw baru pertama kali ngedenger lagu mereka di radio, gw langsung jatuh cinta ama lagu ini. Setelah melihat live performancesnya langsung, gw semakin ngefans sama mereka. Beberapa lagu akhirnya selesai dihajar oleh mereka, penampilan mereka sangat tepat untuk dijadikan penutup di acara tribute ini.

Jam tangan hitam gw menunjukkan sekitar pukul 22.30. akhirnya acara tribute yang sudah digagas dari berbulan – bulan lalu ini terealisasi juga. Gw terharu, senang dan sedih setelah acara ini berakhir. Selepas acara gw nganterin si cewek special gw tadi kembali ke mobilnya, gw ga bisa nganter balik karena masih ada hal2 yang harus gw beresin selepas acara. Sorryyy..

Gw kembali ke dalam venue, dan lalu menuju ke beranda. Beranda yang tadi siang bersih itu telah berubah menjaditempat sampah dan asbak raksasa. Puntung rokok dan botol minuman tergeletak dimana2. Walaupun begitu, masih banyak orang yang bercengkrama disana. Mereka adalah band2 yang masih beristirahat selepas bermain di acara yang keren ini. Gw nyamperin anak2 Quasi untuk berterima kasih atas kesediannya dateng ke Bandung, honestly gw seneng karena adanya acara ini juga menambah jaringan pertemanan gw, terlebih lagi anak2nya asik2. Kewl!

Setelah itu gw menepati janji gw ke Dora, fotoin dia bareng vokalis Vickyvette! Dari jauh gw udah narik2 Dora buat foto, tapi dia malu2 gitu. Akhirnya gw yang maintain ke Rayhan buat minta foto dia bareng Dora. Dora tampangnya seneng banget dan tersipu ketika diajak ngobrol sama dia, maklumlah katanya dora kagumnya udah lama ama dia. Congratz dora!

Malam minggu di gw di Bandung gak seramai ini biasanya, biasanya kalo di kosan malem minggu Cuma nonton dvd, atau chatting di laptop. Bahkan kalo gw merunut ke beberapa tahun lalu, malem minggu gini gw masih belajar gila2an buat ujian. Malem minggu dan malem senin udah ga ada bedanya kalo lagi musim ujian. Yang kepikiran Cuma belajar, mau main juga ga bakal tenang kalo otak masih kosong. Mau jalan2 juga ga bakalan kerasa senengnya kalo masih belom nyoba ngerjain soal2 taun lalu. Hahahaa.. malem minggu di Bandung ini cukup berkesan. Setelah acara berakhir anak2 indofrengers mulai berkumpul untuk foto bareng rame ramee. Udah lama ga foto2 serame ini, karena gw juga akhir2 ini jarang ikut di kegiatan frengers yang rame2 sih ya..

Alhamdulillah acara ini berlangsung lancar, ramai dan intim! Senang dan terharu gw rasanya. Walaupun gw tau temen2 gw banyak yang lebih banyak dan lebih rajin kerjanya daripada gw ( gw harus cabut dari kepanitiaan karena sibuk nyiapin sidang akhir TA2 gw ), gw tetep bersyukur bisa terlibat langsung di acara tribute pertama gw ini.

Malem ini udah semakin dingin, sebelom balik ke kosan gw nganter dora dulu ke rumahnya, berhubung ga ada yang nganter jadi gw aja yang nganter.

Hal kaya gini udah lama ditanamkan semenjak gw ada di himpunan, dimana kalo udah malem ( walaupun tanpa diminta ) anak2 cowok, at least, nawarin nganterin balik cewe2, terutama yang rumahnya agak jauh. Biasanya anak cewe pada ga mau dianterin, mungkin mereka ngerasa gak pengen ngerepotin. Berpikir gitu gak salah sih, menurut gw cewe juga mesti mandiri kok. Tetapi, cewek pun juga kadang ga ngerti jalan pikir cowok, (umumnya) cowok juga ga bakalan tenang kalo tuh cewe balik sendiri sampe kosannya. Jadi sepertinya cowok lebih suka repot sedikit ketimbang harus khawatir terhadap keselamatan cewe2 yang pulang sendiri itu.

Kayanya ini tulisan terpanjang gw semenjak ngeblog deh.. hahahaa..

Udah ah, segitu dulu episode Tribute To MEW!

Nb : Ditulis sambil dengerin Kings of Convenience, ditemenin sama kerupuk udang yang gw beli di warteg tadi dan tolak angin..

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Oktober 20, 2011 in Uncategorized

 

Sleeping Section

hmm.. gw suka banget mengabadikan setiap momen gw sama orang, apapun itu, sesantay apapun, se enggak penting apapun,, pokoknya saat gw sama teman2 baik gw, gw selalu mengambil foto / rekaman dari momen saat itu.

sayangnya gw orangnya usil, salah satu keusilan gw adalah suka memfoto temen2 gw yg lagi tidur. hehee..

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 20, 2011 in Uncategorized

 

Sekelumit dari Wisuda Oktober 2010

salah satu hal yang paling gue inget pas wisudaan Oktober adalah… ketika Dana maksa nyium Abot!

gw memfoto kejadian super tolol ini, walaupun gak fokus tapi masih bisa diliat nafsunya Dana dan senengnya Abot dicium pipinya ama dana..

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 20, 2011 in Uncategorized

 
 
Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.